Senin, 16 April 2012

Guided and Unguided

1.Media Transmisi Guided
Untuk media transmisi guided,kapasitas transmisi dalam hal rate data maupun bandwidth,sangat tergantung pada jarak dan sistem transmisi medianya dari titik ke titik atau multi titik,seperti halnya pada suatu jaringan Local Area Network (LAN).
Guided media yang umumnya digunakan untuk transmisi data ada 3 yaitu :
1.       Twistead Pair
2.       Coaxial Cable
3.       Serat Optic
1.Twisted Pair
Kabel ini sering dugunakan dalam pembangunan jaringan komputer skala kecil, bandwidth yang dapat dilayani pada kabel ini adalah 10 Mbps, namun dalam perkembangannya Bandwidth yang ada adalah 100 Mbps, dari segi harga, kabel ini lebih murah jika dibandingkan dengan media transmisi kabel lainnya dan lebih mudah dalam penggunaan, namun dari segi jarak dan data rate yang mampu ditanganinya, kabel ini lebih terbatas.[1]
Karakteristik Transmisi :
Twisted pair dapat dipergunakan untuk mentransmisikan transmisi analog dan digital. Untuk sinyal analog, diperlukan amplifier kira-kira setiap 5 sampai 6 km. Untuk transmisi digital (baik menggunakan sinyal analog dan digital), diperlukan sebuah repeater kira-kira setiap 2 atau 3 km.
~ Twisted pair memiliki memiliki 2 jenis yaitu :
1.       Unshielded twisted pair (UTP)
2.       Shielded twisted pair (STP)
~ UTP kategori 3 – kategori 5
Dulu sebagian besar perusahaan memakai twisted pair type 100 ohm untuk keperluan suara, dan yang menarik juga digunakan sebagai media alternatif untuk keperluan jaringan komputer (data). Tetapi sayangnya data rate dan jarak yang mampu di capai dengan twisted pair untuk suara sangatlah terbatas.
Untuk menjawab kebutuhan ini, EIA-568-A dikeluarkan tahun 1995, yang mana standar yang baru itu memiliki kelebihan dalam hal desain konektor dan kabel serta metode-metode pengujiannya.
EIA-568-A menetapkan 3 kategori dalam hal pengkabelan UTP :
1.       Kategori 3 : Karakteristik transmisinya ditetapkan sampai 16 MHz
2.       Kategori 4 : Karakterstik transmisinya ditetapkan sampai 20 MHz
3.       Kategori 5 : Karakterstik transmisinya ditetapkan sampai 100 MHz
Dari semua kategori, Kategori 3 dan 5 yang paling banyak mendapat perhatian untuk Aplikasi LAN.
2.Coaxial Cable
 
Coaxial cable seperti halnya dengan twisted pair terdiri dari dua konduktor, namun disusun berlainan untuk mengatur pengoperasiannya melalui jangkauan frekuensi yang lebih luas. Konduktor terluar dilindungi oleh suatu selubung atau pelindung dan coaxial cable tunggal memiliki diameter mulai dari 1 - 2.5 cm. Karena perlindungan ini, dengan konstruksi berbentuk melingkar, coaxial cable menjadi tahan terhadap interferensi dan crosstalk dibanding twisted pair.
Coaxial cable juga dapat dipergunakan untuk jarak yang lebih jauh dan mampu mendukung beberapa station dalam sebuah jalur dipakai banyak user dibanding twisted pair.[1]
Karakteristik Transmisi :
Coaxial cable dipergunakan untuk mentransmisikan baik sinyal analog maupun digital. Coaxial cable memiliki karakteristik frekuensi yang jauh lebih baik dibanding twisted pair. Karena mampu digunakan dengan efektif pada frekuensi  yang lebih tinggi. Gangguan-gangguan utama pada coaxial cable biasanya berupa atenuasi, derau suhu dan derau intermodulasi.
Untuk transmisi siyal analog jarak jauh, diperlukan amplifier setiap beberapa kilometer, diperlukan jarak yang lebih dekat lagi bila menggunakan frekuensi yang lebih tinggi. Penggunaan specktrum pada sinyal analog berkisar kira-kira sampai 500 MHz. Sedangkan untuk sinyal digital diperlukan repeater setiap beberapa kilometer dan seterusnya, dengan jarak yang lebih dekat untuk rate data yang lebih tinggi.
3.Serat Optic
Serat optic adalah sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat yang lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED.Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.[1]
Sebuah kabel serat optic memiliki bentuk silindris dan terdiri dari tiga bagian konsentris yaitu :
1.       Inti Merupakan bagian terdalam, bagian cahaya-melakukan sentral dari sebuah serat optik, yang terdiri dari material dengan indeks bias lebih tinggi dari cladding. Bagian dari serat yang mentransmisikan cahaya.
2.       Cladding Bahan yang mengelilingi inti dari sebuah serat optik. Lebih rendah indeks bias , dibandingkan dengan yang inti, menyebabkan cahaya yang ditransmisikan untuk perjalanan ke inti.
3.       Coating Umumnya bahan plastik lembut yang melindungi serat dari kerusakan.[3]
Berikut ini karakteristik yang membedakan serat optic dari twisted pair ataupun coaxial cable.
1.       Kapasitas yang lebih besar.
2.       Ukuran yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan.
3.       Atenuasi yang lebih rendah.
4.       Isolasi elektromagnetik.
5.       Jarak repeater yang lebih besar.
Karakteristik Transmisi :
Serat optic mentransmisikan berkas cahaya yang ditandai sebagai sebuah sinyal dengan memakai total internal reflection. Tolan internal reflection terjadi pada berbagai media transparan yang memiliki index refraksi yang lebih tinggi dibanding media di sekelilingnya. Dampaknya, serat optic bertindak sebagai waveguide untuk frekuensi dalam rentang sekitar 1014sampai 1015hertz, hal ini menutupi bagian infra merah dan cahaya akan tampak.
2.Media Transmisi Unguided
Untuk unguided media, transmisi dan penangkapan diperoleh oleh sebuah alat yang disebut dengan antena. untuk transmisi, antena menyebarkan energi elektromagnetik kedalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombang elektromagnetik dari media. Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless, yaitu searah dan segalah arah.
Untuk konfigurasi searah, antena pentransmisi ahrus disejajarkan dengan hati-hati. Umumnya, semakin tinggi frekuensi sinyal, semakin mungkin menfokuskan ke dalam sinar searah. Untuk konfigurasi segalah arah, sinyal yang ditransmisikan menyebar luas ke segala penjuru dan diterima oleh banyak antena.
Frekuensi dengan jangkauan sebesar 2 GHz sampai 40 GHz ditunjukan sebagai frekuensi gelombang mikro. Pada frekuensi ini, memungkinkan dihasilkan sinyal searah yang sangat tinggi. Serta gelombang mikro benar-benar sesuai untuk transmisi titik ke titik. Gelkombang mikro juga dipergunakan untuk komunikasi satelit. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 30 MHz sampai  1 GHz sesuai untuk alokasi segala arah.[1]
~ Gelombang mikro Terrestrial
 
Tipe antena gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’. Umumnya ukurannya berdiameter 3 cm. Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis pandang menuju antena penerima. Antena mikro biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diataspermukaan tanah untuk memperluas jarak antar antena dan agar mampu melakukan transmisi.[1]
Karakteristik Transmisi :
Transmisi gelombang mikro meliputi bagian yang mendasar dari spektrum elektromagnetik. Frekuensi yang umum digunakan untuk transmisi ini adalah rentang frekuensi sebesar 2 sampai 40 GHz. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan semakin tinggi potensial bandwidth dan juga berarti semakin tinggi rate-datanya. Sama halnya dengan beberapa transmisi yang lainnya, sumber utama kerugian pada transmisi ini adalah atenuasi.
~ Gelombang Mikro Satelit
Satelit Komunikasi adalah sebuah relay gelombang mikro. Dipergunakan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang dikenal sebagai station bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi diatas satu band frekuensi (uplink), amplifies dan mengulang sinyal-sinyal, lalu mentransmisikannya ke frekuensi yang lain(downlink). Sebuah satelit pengorbit tunggal akan beroperasi band frekuensi, yang disebut sebagai transponder channel, atau singkatnya transponder.
Gambar diatas menunjukan dua konfigurasi satelit yang populer, yang pertama, satelit digunakan untuk menyediakan jalur titik ke titik diantara station antena dari bumi. Dan yang kedua, satelit menyediakan komunikasi antara dua station bumi dan sejumlah receiver station bumi.
Agar satelit komunikasi bisa berfungsi efektif, biasanya diperlukan orbit stasioner dengan memperhatikan posisinya diatas bumi. Sebaliknya, stasion bumi tidak harus saling berada digaris pandang sepanjang waktu.[1]
Karakteristik Transmisi :
Jangkauan frekuensi optimum untuk transmisi satelit berkisar pada 1 sampai 10 GHz, terdapat derau yang berpengaruh dari alam, meliputi derau dari galaksi, matahari, dan atmosfer, serta interferensi buatan manusia, dan berbagai peralatan elekromagnetik. Diatas 10 Ghz, sinyal- sinyal akan mengalami atenuasi yang parah akibat penyerapan dan pengendapan di atmosfer.
Beberapa peralatan komunikasi satelit dapat diuraikan sebagai berikut :
1.       Akibat jarak yang panjang terdapat penundaan penyebaran(propogation delay) sebesar kira-kira seperempat detik dari transmisi dari suatu station bumi untuk ditangkap oleh statioin bumi lainnya.
2.       Mikro merupakan sebuah fasilitas penyiaran, dan ini sudah menjadi sifatnya.
~ Radio Broadcast
Penyiaran radio didefinisikan sebagai menggunakan gelombang radio untuk mengirim transmisi kepada audiens yang besar, yang akan mendengarkan transmisi melalui radio. Definisi penyiaran radio dapat diperluas dengan memeriksa gelombang radio, pemancar radio dan penerima. Industri penyiaran radio dan lisensi menciptakan konten untuk bermain di stasiun radio, yang diterima oleh penerima radio.
Lainnya seperti cahaya dari suara, gelombang radio relatif gelombang frekuensi rendah dalam spektrum elektromagnetik. Gelombang radio dapat digunakan untuk mengirimkan informasi tanpa kabel. Data dapat dikodekan ke dalam gelombang radio oleh modulasi gelombang. Selain radio, perangkat seperti televisi dan telepon seluler menggunakan gelombang radio untuk mengirim dan menerima informasi. Anda dapat menggunakan gelombang radio untuk menyiarkan ke beberapa perangkat atau untuk berkomunikasi antara dua perangkat.[2]
Perbedaan-perbedaan utama diantara radio dan gelombang mikro yaitu, dimana siaran radio bersifat segala arah sedangkan gelombang mikro searah. Karena itu, siaran radio tidak memerluikan antena parabola, dan antena tidak perlu mengarah ke arah persis sumber siaran.
Karakteristik Transmisi :
Rentang 30 mhz sampai 1 ghz merupakan rentang yang efektif untuk komunikasi broadcast. Tidak seperti gelombang untuk elektromagnetik berfrekuensi rendah, ionosfer cukup transparan untuk gelombang radio diatas 30 mhz.. Jadi transmisi terbatas pada garis pandang, dan jarak transmiter tidak akan mengganggu satu sama lain dalam arti tidak akan pemantulan dari atmosfer. Karena gelombangnya yang panjang maka gelombang radio lebih efektif, lebih sedikit mengalami atenuasi. Sumber gangguan utama pada radio adalah interface multi-jalur. Pantulan dari bumi, air, dan alam atau obyek-obyek buatan manusia dapat menyebabkan terjadinya multi-jalur antar antena. [1]
~ Infra Merah
Komunikasi Infra merah dicapai dengan menggunakan transmiter/receiver yang memodilasi cahaya infra merah yang koheren. Transceiver harus berada dalam didalam jalur yang pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit rumah.
Satu perbedaan penting antara Transmiter infra merah dengan gelombang mikro adalah infra merah infra merah tidak melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga problem-problem pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam mikro ridak terjadi.[1]
Kesimpulan
  • Jadi dalam penggunaan/pemilihan media untuk sistem transmisi data perhatian ditekankan pada rate data dan jarak. Semakin besar rate data dan jarak, maka akan semakin baik.
  • Dalam setiap media transmisi tidak akan lepas dari gangguan transmisi, misalnya atenuas

Jumat, 13 April 2012

Pengertian Bandwith

Bandwidth (disebut juga Data Transfer atau Site Traffic) adalah data yang keluar+masuk/upload+download ke account anda.
Contoh: Ketika anda menerima/mengirim email, asumsikan besarnya email yang diterima/dikirim adalah 4 KB, berarti secara teori, untuk bandwidth 1.000 MB (1.000.000 KB) anda bisa *kirim* 250.000 email atau berbagai variasi antara kirim/terima, misalnya 100.000 kirim, 150.000 terima. Ini hanya contoh untuk penjelasan bandwidth, pada kenyataannya, data yang keluar masuk ke account bisa datang dari pengunjung (yang mendownload halaman website ke PC-nya), atau anda upload gambar/file ke account dan sebagainya.
Bandwidth/Site Traffic dihitung per bulan & bisa dilihat di cPanel.
Jika anda mengenal Telkom Speedy, Bandwidth ini cara kerjanya sama dengan Kuota di Telkom Speedy. Hanya saja yang menjadi acuan bagi perhitungan kuota Telkom Speedy adalah data yang keluar/masuk ke PC/Modem ADSL anda, sedangkan di hosting acuannya adalah data yang keluar/masuk ke account.

simplex,half-dulplex dan full-duplex

Simplex
Half Duplex
Full Duplex
Bentuk komunikasi dibagi dalam tiga kategori, yaitu; simplex, half duplex dan complex duplex.
1. Simplex
Merupakan bentuk komunikasi antara dua belah pihak, hanya saja sinyal-sinyal yang dikirim secara satu arah.
Contoh nyata model komunikasi ini seperti broadcasting (siaran televisi) ataupun siaran radio.
2. Half Duplex
Merupakan bentuk komunikasi antara dua belah pihak dan dua arah, namun secara bergantian (tidak dapat secara bersama-sama) antara mentransmisikan dan menerima data.
Contoh sederhana adalah walkie-talkie yang sering kita jumpai. Jika kita ingin berbicara, kita harus menekan tombol dan sebaliknya, jika kita ingin mendengar tombol harus dalam keadaan tidak ditekan.
3. Full Duplex
Merupakan bentuk komunkasi antara dua belah pihak yang saling mengirim dan menerima informasi dalamwaktu bersamaan. Pada umumnya model ini memerlukan dua jalur komunikasi.
Contoh yang sering kita temukan dalam kehidupan adalah telepon, di mana penggunanya bisa berbicara (mengirim) dan mendengar (menerima) secara bersamaan.

Data Analog dan Data Digital

Membahas mengenai komunikasi data tak lepas dari transmisi data berupa sinyal analog dan sinyal digital. Teknologi ini sangat penting terutama pada perkembangan saat ini yang memungkinkan berbagai perangkat elektronik saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Oke, cekidot aj deh.. ;)
Gambar 1. Bentuk sinyal analog dan digital
Untuk memungkinkan terjadinya komunikasi data, harus terdapat komponen-komponen:
  1. Pengirim, yakni perangkat yang mengirimkan data
  2. Penerima, yakni perangkat yang menerima data
  3. Data, sebagai informasi yang dikirim atau diterima
  4. Media pengiriman, meda atau penghubung proses perpindahan data
  5. Protocol, yakni aturan-aturan yang digunakan agar proses transmisi berjalan lancar
Data analog adalah data dalam bentuk gelombang elektromagnetik, contohnya adalah suara.
Sinyal analog adalah sinyal yang digunakan untuk menampilkan data analog. Sinyal ini dalam bentuk gelombang yang kontinyu dan membawa informasi dengan cara mengubah amplitude dan frekuensinya. Gelombang pada sinyal analog umumnya berbentuk gelombang sinus yang memiliki tiga variable, yaitu amplitude, frekuensi dan fase.
Data digital adalah data yang memiliki deretan nilai dan memiliki ciri tersendiri berupa binary, contohnya adalah teks digital.
Sinyal digital adalah sinyal yang digunakan untuk menampilkan data digital. Sinyal ini dalam bentuk pulsa yang mempunyai besaran 0 dan 1.
Perbedaan anatara teknologi digital dengan analog adalah:
  1. Teknologi digital mampu mengirimkan informasi lebih cepat (dengan kecepatan cahaya), sedangkan analog lebih lambat.
  2. Sinyal analog pemanfaatan gelombang elektromagnetik, sedangkan sinyal digital dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1.
  3. Kecepatan gelombang analog dalam satuan Hertz, kecepatan gelombang digital dalam satuan bit.
  4. Sinyal analog melalui gelombang elektromagnetik secara terus-menerus sehingga rentan gangguan, sedangkan sinyal digital hanya terdiri dari 2 kondisi (0 dan 1) sehingga tidak mudah terganggu noise.
  5. Sinyal analog dapat disebarluaskan dalam jangkauan lebih jauh daripada sinyal digital.
  6. Transmisi analog tidak dapat mengirimkan data digital, tetapi transmisi digital mampu mengirimkan data analog dengan terlebih dahulu mengubahnya menjadi data digital.
  7. Teknologi digital biayanya lebih murah daripada analog.
  8. Teknologi digital sudah menggunakan teknik enkripsi untuk pengiriman data, sedangkan analog tidak.
  9. Untuk penyimpanan data digital bisa menggunakan media harddisk, flashdisk, cd-rom, dvd, dll, sedangkan untuk data analog biasanya menggunakan pita magnetik.
Tiga komponen sinyal analog:
  1. Amplitudo: ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog
  2. Frekuensi: jumlah gelombang sinyal analog dalam 1 detik
  3. Fase: besarnya sudut dari sinyal analog pada saat tertentu
Gambar 2. Komponen sinyal analog
Jenis modulasi untuk sinyal analog:
  • Amplitudo Modulation (AM), tipe modulasi ini menggunakan amplitude sinyal analog untuk membedakan dua buah sinyal keadaan dari sinyal digital. Frekuensi dan Fase nnya tetap, tapi amplitudonya berubah-ubah.
  • Frequency Modulation (FM), tipe modulasi ini menggunakan frekuensi sinyal analog untuk membedakan keadaan dari sinyal digital. Amplitudo dan Fase tetap, tetapi frekuensinya berubah-ubah.
  • Phase Modulation (PM), tipe modulasi ini menggunakan fase sinyal analog untuk membedakan dua buah keadaan sinyal digital. Amplitudo dan Frekuensi tetap, tetapi fasenya berubah-ubah.
Gambar 3. Modulasi pada sinyal analog

TOPOLOLOGI JARINGAN KOMPUTER

Topologi  menggambarkan  struktur  dari  suatu  jaringan  atau  bagaimana  sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.
Adapun  topologi  fisik  yang  umum  digunakan  dalam  membangun  sebuah jaringan adalah :
Point to Point (Titik ke-Titik).
Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa. Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.
Star Network (Jaringan Bintang).
Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu. Model jaringan bintang ini relatif sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar diberbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.
Kelebihan
·    Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·    Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·    Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
·    Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
·    Jika node tengah mengalami kerusakan, maka maka seluruh jaringan akan terhenti.
Penanganan
·    Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

Gambar 3.1 Topologi jaringan bintang
Ring Networks (Jaringan Cincin)
Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah. Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju. Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.

Gambar 8.2 Topologi jaringan cincin
Tree Network (Jaringan Pohon)
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat

Gambar 8.3 Topologi jaringan pohon
Bus Network
Konfigurasi lainnya dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface. Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai kedudukan yang sama. Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Gambar 8.4 Topologi jaringan bus
Plex Network (Jaringan Kombinasi)
Merupakan jaringan yang benar-benar interaktif, dimana setiap simpul mempunyai kemampuan untuk meng-access secara langsung tidak hanya terhadap komputer, tetapi juga dengan peralatan ataupun simpul yang lain. Secara umum, jaringan ini mempunyai bentuk mirip dengan jaringan bintang. Organisasi data yang ada menggunakan de-sentralisasi, sedang untuk melakukan perawatan, digunakan fasilitas sentralisasi.

Gambar 8.5 Topologi jaringan kombinasi
Topologi Logik pada umumnya terbagi mejadi dua tipe, yaitu :
a.    Topologi Broadcast
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.
b.    Topologi Token Passing
Mengatur pengiriman data pada host melalui media dengan menggunakan token yang secara teratur berputar pada seluruh host. Host hanya dapat mengirimkan data hanya jika host tersebut memiliki token. Dengan token ini, collision dapat dicegah.
Faktor – faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk pemilihan topologi adalah sebagai berikut :
·    Biaya
Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
·    Kecepatan
Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
·    Lingkungan
Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain, yang berpengaruh pada jenis perangkat keras yang               digunakan.
·    Ukuran
Sampai seberapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
·    Konektivitas
Apakah  pemakai  yang  lain  yang  menggunakan  komputer  laptop  perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi