Jumat, 20 April 2012

ASCII

Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 0000 0000 hingga 1111 1111. Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal.

Tabel Karakter ASCII

Tabel berikut berisi karakter-karakter ASCII . Dalam sistem operasi Windows dan MS-DOS, pengguna dapat menggunakan karakter ASCII dengan menekan tombol Alt+[nomor nilai ANSI (desimal)]. Sebagai contoh, tekan kombinasi tombol Alt+87 untuk karakter huruf latin "W" kapital.
Karakter Nilai Unicode
(heksadesimal)
Nilai ANSI ASCII
(desimal)
Keterangan
NUL 0000 0 Null (tidak tampak)
SOH 0001 1 Start of heading (tidak tampak)
STX 0002 2 Start of text (tidak tampak)
ETX 0003 3 End of text (tidak tampak)
EOT 0004 4 End of transmission (tidak tampak)
ENQ 0005 5 Enquiry (tidak tampak)
ACK 0006 6 Acknowledge (tidak tampak)
BEL 0007 7 Bell (tidak tampak)
BS 0008 8 Menghapus satu karakter di belakang kursor (Backspace)
HT 0009 9 Horizontal tabulation
LF 000A 10 Pergantian baris (Line feed)
VT 000B 11 Tabulasi vertikal
FF 000C 12 Pergantian baris (Form feed)
CR 000D 13 Pergantian baris (carriage return)
SO 000E 14 Shift out (tidak tampak)
SI 000F 15 Shift in (tidak tampak)
DLE 0010 16 Data link escape (tidak tampak)
DC1 0011 17 Device control 1 (tidak tampak)
DC2 0012 18 Device control 2 (tidak tampak)
DC3 0013 19 Device control 3 (tidak tampak)
DC4 0014 20 Device control 4 (tidak tampak)
NAK 0015 21 Negative acknowledge (tidak tampak)
SYN 0016 22 Synchronous idle (tidak tampak)
ETB 0017 23 End of transmission block (tidak tampak)
CAN 0018 24 Cancel (tidak tampak)
EM 0019 25 End of medium (tidak tampak)
SUB 001A 26 Substitute (tidak tampak)
ESC 001B 27 Escape (tidak tampak)
FS 001C 28 File separator
GS 001D 29 Group separator
RS 001E 30 Record separator
US 001F 31 Unit separator
SP 0020 32 Spasi
 ! 0021 33 Tanda seru (exclamation)
" 0022 34 Tanda kutip dua
# 0023 35 Tanda pagar (kres)
$ 0024 36 Tanda mata uang dolar
 % 0025 37 Tanda persen
& 0026 38 Karakter ampersand (&)
‘ 0027 39 Karakter Apostrof
( 0028 40 Tanda kurung buka
) 0029 41 Tanda kurung tutup
* 002A 42 Karakter asterisk (bintang)
+ 002B 43 Tanda tambah (plus)
, 002C 44 Karakter koma
- 002D 45 Karakter hyphen (strip)
. 002E 46 Tanda titik
/ 002F 47 Garis miring (slash)
0 0030 48 Angka nol
1 0031 49 Angka satu
2 0032 50 Angka dua
3 0033 51 Angka tiga
4 0034 52 Angka empat
5 0035 53 Angka lima
6 0036 54 Angka enam
7 0037 55 Angka tujuh
8 0038 56 Angka delapan
9 0039 57 Angka sembilan
 : 003A 58 Tanda titik dua
 ; 003B 59 Tanda titik koma
< 003C 60 Tanda lebih kecil
= 003D 61 Tanda sama dengan
> 003E 62 Tanda lebih besar
 ? 003F 63 Tanda tanya
@ 0040 64 A keong (@)
A 0041 65 Huruf latin A kapital
B 0042 66 Huruf latin B kapital
C 0043 67 Huruf latin C kapital
D 0044 68 Huruf latin D kapital
E 0045 69 Huruf latin E kapital
F 0046 70 Huruf latin F kapital
G 0047 71 Huruf latin G kapital
H 0048 72 Huruf latin H kapital
I 0049 73 Huruf latin I kapital
J 004A 74 Huruf latin J kapital
K 004B 75 Huruf latin K kapital
L 004C 76 Huruf latin L kapital
M 004D 77 Huruf latin M kapital
N 004E 78 Huruf latin N kapital
O 004F 79 Huruf latin O kapital
P 0050 80 Huruf latin P kapital
Q 0051 81 Huruf latin Q kapital
R 0052 82 Huruf latin R kapital
S 0053 83 Huruf latin S kapital
T 0054 84 Huruf latin T kapital
U 0055 85 Huruf latin U kapital
V 0056 86 Huruf latin V kapital
W 0057 87 Huruf latin W kapital
X 0058 88 Huruf latin X kapital
Y 0059 89 Huruf latin Y kapital
Z 005A 90 Huruf latin Z kapital
[ 005B 91 Kurung siku kiri
\ 005C 92 Garis miring terbalik (backslash)
] 005D 93 Kurung sikur kanan
^ 005E 94 Tanda pangkat
_ 005F 95 Garis bawah (underscore)
` 0060 96 Tanda petik satu
a 0061 97 Huruf latin a kecil
b 0062 98 Huruf latin b kecil
c 0063 99 Huruf latin c kecil
d 0064 100 Huruf latin d kecil
e 0065 101 Huruf latin e kecil
f 0066 102 Huruf latin f kecil
g 0067 103 Huruf latin g kecil
h 0068 104 Huruf latin h kecil
i 0069 105 Huruf latin i kecil
j 006A 106 Huruf latin j kecil
k 006B 107 Huruf latin k kecil
l 006C 108 Huruf latin l kecil
m 006D 109 Huruf latin m kecil
n 006E 110 Huruf latin n kecil
o 006F 111 Huruf latin o kecil
p 0070 112 Huruf latin p kecil
q 0071 113 Huruf latin q kecil
r 0072 114 Huruf latin r kecil
s 0073 115 Huruf latin s kecil
t 0074 116 Huruf latin t kecil
u 0075 117 Huruf latin u kecil
v 0076 118 Huruf latin v kecil
w 0077 119 Huruf latin w kecil
x 0078 120 Huruf latin x kecil
y 0079 121 Huruf latin y kecil
z 007A 122 Huruf latin z kecil
{ 007B 123 Kurung kurawal buka
¦ 007C 124 Garis vertikal (pipa)
} 007D 125 Kurung kurawal tutup
~ 007E 126 Karakter gelombang (tilde)
DEL 007F 127 Delete

0080 128 Dicadangkan

0081 129 Dicadangkan

0082 130 Dicadangkan

0083 131 Dicadangkan
IND 0084 132 Index
NEL 0085 133 Next line
SSA 0086 134 Start of selected area
ESA 0087 135 End of selected area

0088 136 Character tabulation set

0089 137 Character tabulation with justification

008A 138 Line tabulation set
PLD 008B 139 Partial line down
PLU 008C 140 Partial line up

008D 141 Reverse line feed
SS2 008E 142 Single shift two
SS3 008F 143 Single shift three
DCS 0090 144 Device control string
PU1 0091 145 Private use one
PU2 0092 146 Private use two
STS 0093 147 Set transmit state
CCH 0094 148 Cancel character
MW 0095 149 Message waiting

0096 150 Start of guarded area

0097 151 End of guarded area

0098 152 Start of string

0099 153 Dicadangkan

009A 154 Single character introducer
CSI 009B 155 Control sequence introducer
ST 009C 156 String terminator
OSC 009D 157 Operating system command
PM 009E 158 Privacy message
APC 009F 158 Application program command

00A0 160 Spasi yang bukan pemisah kata
¡ 00A1 161 Tanda seru terbalik
¢ 00A2 162 Tanda sen (Cent)
£ 00A3 163 Tanda Poundsterling
¤ 00A4 164 Tanda mata uang (Currency)
¥ 00A5 165 Tanda Yen
¦ 00A6 166 Garis tegak putus-putus (broken bar)
§ 00A7 167 Section sign
¨ 00A8 168 Diaeresis
© 00A9 169 Tanda hak cipta (Copyright)
ª 00AA 170 Feminine ordinal indicator
« 00AB 171 Left-pointing double angle quotation mark
¬ 00AC 172 Not sign
­ 00AD 173 Tanda strip (hyphen)
® 00AE 174 Tanda merk terdaftar
¯ 00AF 175 Macron
° 00B0 176 Tanda derajat
± 00B1 177 Tanda kurang lebih (plus-minus)
² 00B2 178 Tanda kuadrat (pangkat dua)
³ 00B3 179 Tanda kubik (pangkat tiga)
´ 00B4 180 Acute accent
µ 00B5 181 Micro sign
00B6 182 Pilcrow sign
· 00B7 183 Middle dot

Kamis, 19 April 2012

IP address



Internet Protocol (IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputeryang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untukIPv6). Peran alamat IP adalah sebagai berikut: "Sebuah nama menunjukkan apa yang kita mencari. Sebuah alamat menunjukkan di mana ia berada. Sebuah route menunjukkan bagaimana menuju ke sana."
Perancang awal dari TCP/IP menetapkan sebuah alamat IP sebagai nomor 32-bit, dan sistem ini, yang kini bernama Internet Protocol Version 4 (IPv4), masih digunakan hari ini. Namun, karena pertumbuhan yang besar dari Internet dan penipisan yang terjadi pada alamat IP, dikembangkan sistem baru (IPv6), menggunakan 128 bit untuk alamat, dikembangkan pada tahun 1995 dan terakhir oleh standar RFC 2460pada tahun 1998.
Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang ditambahkan ke alamat IP, misalnya, 208.77.188.166/24.
Dengan pengembangan jaringan pribadi / private network, alamat IPv4 menjadi kekurangan, sekelompok alamat IP private dikhususkan olehRFC 1918. Alamat IP private ini dapat digunakan oleh siapa saja di jaringan pribadi / private network. Mereka sering digunakan dengan Network Address Translation (NAT) untuk menyambung ke Internet umum global.
Internet Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global. IANA bekerja bekerja sama dengan lima Regional Internet Registry (RIR) mengalokasikan blok alamat IP lokal ke Internet Registries (penyedia layanan Internet) dan lembaga lainnya.

Noise


Derau atau yang biasa disebut noise adalah suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.
Sumber derau dapat dikelompokkan dalam tiga kategori:
  1. Sumber derau intrinsic yang muncul dari fluktuasi acak di dalam suatu sistemfisik seperti thermal dan shot noise.
  2. Sumber derau buatan manusia seperti motor, switch, elektronika digital.
  3. Derau karena gangguan alamiah seperti petir dan bintik matahari.

Daftar isi

  [sembunyikan] 

]Jenis Derau

  • Correlated noise: hubungan antara sinyal dan noise masuk dalam kategori ini. Karena itu, correlated noise hanya muncul saat ada sinyal.
  • Uncorrelated noise: noise yang dapat muncul kapanpun, saat terdapat sinyal maupun tidak ada sinyal. Uncorrelated noise muncul tanpa memperhatikan adanya sinyal atau tidak. Noise dalam kategori ini dapat dibagi lagi menjadi dua kategori umum, yaitu :
  1. Eksternal Noise: Adalah noise yang dihasilkan dari luar alat atau sirkuit. Noise tidak disebabkan oleh komponen alat dalam sistem komunikasi tersebut. Ada 3 sumber utama noise eksternal:
    1. Atmospheric noise: Gangguan elektris yang terjadi secara alami, disebabkan oleh hal – hal yang berkaitan dengan atmosferbumi. Noise atmosfer biasanya disebut juga static electricity. Noise jenis ini bersumber dari kondisi elektris yang bersifat alami, seperti kilat dan halilintar. Static electricity berbentuk impuls yang menyebar ke dalam energi sepanjang lebar frekuensi
    2. Ekstraterrestrial noise: Noise ini terdiri dari sinyal elektris yang dihasilkan dari luar atmosfer bumi. Terkadang disebut jugadeep-space noise. Noise ekstraterrestrial bisa disebabkan oleh Milky Way, galaksi yang lain, dan matahari.Noise ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu solar dan cosmic noise:
      1. Solar noise: Solar noise dihasilkan langsung dari panas matahari. Ada dua bagian solar noise, yaitu saat kondisi dimana intensitas radiasi konstan dan tinggi, gangguan muncul karena aktivitas sun-spot dan solar flare-ups. Besar gangguan yang jarang terjadi ini (bersifat sporadis) bergantung pada aktivitas sun spot mengikuti pola perputaran yang berulang setiap 11 tahun.
      2. Cosmic noise: Cosmic noise didistribusikan secara kontinu di sepanjang galaksi. Intensitas noise cenderung kecil karena sumber noise galaksi terletak lebih jauh dari matahari. Cosmic noise sering juga disebut black-body noise dan didistribusikan secara merata di seluruh angkasa.
    3. Man-made noise: Secara sederhana diartikan sebagai noise yang dihasilkan manusia. Sumber utama dari noise ini adalah mekanisme spark-producing, seperti komutator dalam motor elektrik, sistem pembakaran kendaraan bermotor, alternator, dan aktivitas peralihan alat oleh manusia (switching equipment). Misalnya, setiap saat di rumah, penghuni sering mematikan dan menyalakan lampu melalui saklar, otomatis arus listrik dapat tiba-tiba muncul atau terhenti. Tegangan dan arus listrik berubah secara mendadak, perubahan ini memuat lebar frekuensi yang cukup besar. Beberapa frekuensi itu memancar/menyebar dari saklar atau listrik rumah, yang bertindak sebagai miniatur penghantar dan antena.
      Noise karena aktivitas manusia ini disebut juga impulse noise, karena bersumber dari aktivitas on/of yang bersifat mendadak.Spektrum noise cenderung besar dan lebar frekuensi bisa sampai 10 MHz. Noise jenis ini lebih sering terjadi pada daerahmetropolitan dan area industri yang padat penduduknya, karena itu disebut juga industrial noise.
  2. Internal Noise:Internal noise juga menjadi faktor yang penting dalam sistem komunikasi. Internal noise adalah gangguan elektris yang dihasilkan alat atau sirkuit. Noise muncul berasal dari komponen alat dalam sistem komunikasi bersangkutan. Ada 3 jenis utama noise yang dihasilkan secara internal, yaitu:
    1. Thermal noise: Thermal noise berhubungan dengan perpindahan elektron yang cepat dan acak dalam alat konduktor akibatdigitasi thermal.
      Perpindahan yang bersifat random ini pertama kali ditemukan oleh ahli tumbuh-tumbuhan, Robert Brown, yang mengamati perpindahan partikel alami dalam penyerbukan biji padi.
      Perpindahan random elektron pertama kali dikenal tahun 1927 oleh JB. Johnson di Bell Telephone Laboratories. Johnson membuktikan bahwa kekuatan thermal noise proporsional dengan bandwidth dan temperatur absolut.
      Secara matematis, kekuatan noise adalah:
      N = KTB
      · N = kekuatan noise (noise power)
      · K = Boltzmann’s proportionality constant (1.38 × 10-23 joules per Kelvin)
      · T = Temperatur absolute
      · B = bandwidth
    2. Shot noise: noise jenis ini muncul karena penyampaian sinyal yang tidak beraturan pada keluaran (output) alat elektronik yang digunakan, seperti pada transistor dua kutub. Pada alat elektronik, jumlah partikel pembawa energi (elektron) yang terbatas menghasilkan fluktuasi pada arus elektrik konduktor. Shot noise juga bisa terjadi pada alat optik, akibat keterbatasan fotonpada alat optik. Pada shot noise, penyampaian sinyal tidak bergerak secara kontinu dan beraturan, tapi bergerak berdasarkan garis edar yang acak. Karena itu, gangguan yang dihasilkan acak dan berlapis pada sinyal yang ada. Ketika shot noise semakin kuat, suara yang ditimbulkan noise ini mirip dengan butir logam yang jatuh di atas genteng timah.
      Shot noise tidak berlaku pada kawat logam, karena hubungan antar elektron pada kawat logam dapat menghilangkan fluktuasi acak.
      Shot noise disebut juga transistor noise dan saling melengkapi dengan thermal noise.
      Penelitian shot noise pertama kali dilakukan pada kutub positif dan kutub negatif tabung pesawat vakum (vacuum-tube amplifier) dan dideskripsikan secara matematis oleh W. Schottky tahun 1918.
    3. Transit-time noise: Arus sinyal yang dibawa melintasi sistem masukan dan keluaran pada alat elektronik, (misalnya dari penyampai (emitter) ke pengumpul (collector) pada transistor) menghasilkan noise yang tidak beraturan dan bervariasi. Inilah yang disebut dengan transit-time noise. Transit- time noise terjadi pada frekuensi tinggi ketika sinyal bergerak melintasisemikonduktor dan membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk satu perputaran sinyal.
      Transit time noise pada transistor ditentukan oleh mobilitasdata yang dibawa, bias tegangan, dan konstruksi transistor. Jika perjalanan data tertunda dengan frekuensi yang tinggi saat perlintasan semikonduktor, noise akan lebih banyak dibandingkan dengan sinyal aslinya.

]Efek derau

Derau dapat memberikan efek gangguan pada sistem komunikasi dalam 3 area:
  1. Derau menyebabkan pendengar tidak mengerti dengan sinyal asli yang disampaikan atau bahkan tidak mengerti dengan seluruh sinyal
  2. Derau dapat menyebabkan kegagalan dalam sistem penerimaan sinyal.
  3. Derau juga mengakibatkan sistem yang tidak efisien
Tujuan sistem komunikasi adalah untuk mengirimkan data sebanyak mungkin sesuai dengan waktu yang direncanakan, dengan menggunakan cukup bandwidth, power, dan channel yang tersedia. Jika derau memberi efek gangguan pada sistem, baik karena kesalahan pada sistem penerimaan sinyal maupun kegagalan sistem (malafungsi), perancang dan pengguna sistem harus mengganti sistem tersebut. Untuk mengatasi derau ini diperlukan filter untuk mengurangi gangguan derau supaya sinyal yang dikirim tidak tertekan oleh derau. Namun, apapun cara yang digunakan, sistem komunikasi menjadi tidak efisien karena membuang banyak waktu dan tenaga untuk mengatasi derau.

Bit error rate




Bit error rate atau Bit error ratio biasa disingkat dengan BER, merupakan sejumlah bit digital bernilai tinggi pada jaringan transmisi yang ditafsirkan sebagai keadaan rendah atau sebaliknya, kemudian dibagi dengan sejumlah bit yang diterima atau dikirim atau diproses selama beberapa periode yang telah ditetapkan.
Sebagai contoh, diasumsikan berikut ini urutan bit yang ditransmisikan:
0 1 1 0 0 0 1 0 1 1,
dan pada alat penerima akan menterjemahkan urutan bit sebagai berikut:
0 0 1 0 1 0 1 0 0 1,
Maka BER pada kasus ini ada 3 kesalahan penafsiran bit (yang digaris bawah) kemudian sebagai nilai BER yang dihasilkan adalah nilai kesalahan ini dibagi dengan sejumlah bit yang kirim yaitu 10 bit, sehingga didapatkan 0.3 atau 30%.

Senin, 16 April 2012

Database

Pangkalan data[1] atau basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Guided and Unguided

1.Media Transmisi Guided
Untuk media transmisi guided,kapasitas transmisi dalam hal rate data maupun bandwidth,sangat tergantung pada jarak dan sistem transmisi medianya dari titik ke titik atau multi titik,seperti halnya pada suatu jaringan Local Area Network (LAN).
Guided media yang umumnya digunakan untuk transmisi data ada 3 yaitu :
1.       Twistead Pair
2.       Coaxial Cable
3.       Serat Optic
1.Twisted Pair
Kabel ini sering dugunakan dalam pembangunan jaringan komputer skala kecil, bandwidth yang dapat dilayani pada kabel ini adalah 10 Mbps, namun dalam perkembangannya Bandwidth yang ada adalah 100 Mbps, dari segi harga, kabel ini lebih murah jika dibandingkan dengan media transmisi kabel lainnya dan lebih mudah dalam penggunaan, namun dari segi jarak dan data rate yang mampu ditanganinya, kabel ini lebih terbatas.[1]
Karakteristik Transmisi :
Twisted pair dapat dipergunakan untuk mentransmisikan transmisi analog dan digital. Untuk sinyal analog, diperlukan amplifier kira-kira setiap 5 sampai 6 km. Untuk transmisi digital (baik menggunakan sinyal analog dan digital), diperlukan sebuah repeater kira-kira setiap 2 atau 3 km.
~ Twisted pair memiliki memiliki 2 jenis yaitu :
1.       Unshielded twisted pair (UTP)
2.       Shielded twisted pair (STP)
~ UTP kategori 3 – kategori 5
Dulu sebagian besar perusahaan memakai twisted pair type 100 ohm untuk keperluan suara, dan yang menarik juga digunakan sebagai media alternatif untuk keperluan jaringan komputer (data). Tetapi sayangnya data rate dan jarak yang mampu di capai dengan twisted pair untuk suara sangatlah terbatas.
Untuk menjawab kebutuhan ini, EIA-568-A dikeluarkan tahun 1995, yang mana standar yang baru itu memiliki kelebihan dalam hal desain konektor dan kabel serta metode-metode pengujiannya.
EIA-568-A menetapkan 3 kategori dalam hal pengkabelan UTP :
1.       Kategori 3 : Karakteristik transmisinya ditetapkan sampai 16 MHz
2.       Kategori 4 : Karakterstik transmisinya ditetapkan sampai 20 MHz
3.       Kategori 5 : Karakterstik transmisinya ditetapkan sampai 100 MHz
Dari semua kategori, Kategori 3 dan 5 yang paling banyak mendapat perhatian untuk Aplikasi LAN.
2.Coaxial Cable
 
Coaxial cable seperti halnya dengan twisted pair terdiri dari dua konduktor, namun disusun berlainan untuk mengatur pengoperasiannya melalui jangkauan frekuensi yang lebih luas. Konduktor terluar dilindungi oleh suatu selubung atau pelindung dan coaxial cable tunggal memiliki diameter mulai dari 1 - 2.5 cm. Karena perlindungan ini, dengan konstruksi berbentuk melingkar, coaxial cable menjadi tahan terhadap interferensi dan crosstalk dibanding twisted pair.
Coaxial cable juga dapat dipergunakan untuk jarak yang lebih jauh dan mampu mendukung beberapa station dalam sebuah jalur dipakai banyak user dibanding twisted pair.[1]
Karakteristik Transmisi :
Coaxial cable dipergunakan untuk mentransmisikan baik sinyal analog maupun digital. Coaxial cable memiliki karakteristik frekuensi yang jauh lebih baik dibanding twisted pair. Karena mampu digunakan dengan efektif pada frekuensi  yang lebih tinggi. Gangguan-gangguan utama pada coaxial cable biasanya berupa atenuasi, derau suhu dan derau intermodulasi.
Untuk transmisi siyal analog jarak jauh, diperlukan amplifier setiap beberapa kilometer, diperlukan jarak yang lebih dekat lagi bila menggunakan frekuensi yang lebih tinggi. Penggunaan specktrum pada sinyal analog berkisar kira-kira sampai 500 MHz. Sedangkan untuk sinyal digital diperlukan repeater setiap beberapa kilometer dan seterusnya, dengan jarak yang lebih dekat untuk rate data yang lebih tinggi.
3.Serat Optic
Serat optic adalah sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat yang lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED.Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.[1]
Sebuah kabel serat optic memiliki bentuk silindris dan terdiri dari tiga bagian konsentris yaitu :
1.       Inti ⇒ Merupakan bagian terdalam, bagian cahaya-melakukan sentral dari sebuah serat optik, yang terdiri dari material dengan indeks bias lebih tinggi dari cladding. Bagian dari serat yang mentransmisikan cahaya.
2.       Cladding ⇒ Bahan yang mengelilingi inti dari sebuah serat optik. Lebih rendah indeks bias , dibandingkan dengan yang inti, menyebabkan cahaya yang ditransmisikan untuk perjalanan ke inti.
3.       Coating ⇒ Umumnya bahan plastik lembut yang melindungi serat dari kerusakan.[3]
Berikut ini karakteristik yang membedakan serat optic dari twisted pair ataupun coaxial cable.
1.       Kapasitas yang lebih besar.
2.       Ukuran yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan.
3.       Atenuasi yang lebih rendah.
4.       Isolasi elektromagnetik.
5.       Jarak repeater yang lebih besar.
Karakteristik Transmisi :
Serat optic mentransmisikan berkas cahaya yang ditandai sebagai sebuah sinyal dengan memakai total internal reflection. Tolan internal reflection terjadi pada berbagai media transparan yang memiliki index refraksi yang lebih tinggi dibanding media di sekelilingnya. Dampaknya, serat optic bertindak sebagai waveguide untuk frekuensi dalam rentang sekitar 1014sampai 1015hertz, hal ini menutupi bagian infra merah dan cahaya akan tampak.
2.Media Transmisi Unguided
Untuk unguided media, transmisi dan penangkapan diperoleh oleh sebuah alat yang disebut dengan antena. untuk transmisi, antena menyebarkan energi elektromagnetik kedalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombang elektromagnetik dari media. Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless, yaitu searah dan segalah arah.
Untuk konfigurasi searah, antena pentransmisi ahrus disejajarkan dengan hati-hati. Umumnya, semakin tinggi frekuensi sinyal, semakin mungkin menfokuskan ke dalam sinar searah. Untuk konfigurasi segalah arah, sinyal yang ditransmisikan menyebar luas ke segala penjuru dan diterima oleh banyak antena.
Frekuensi dengan jangkauan sebesar 2 GHz sampai 40 GHz ditunjukan sebagai frekuensi gelombang mikro. Pada frekuensi ini, memungkinkan dihasilkan sinyal searah yang sangat tinggi. Serta gelombang mikro benar-benar sesuai untuk transmisi titik ke titik. Gelkombang mikro juga dipergunakan untuk komunikasi satelit. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 30 MHz sampai  1 GHz sesuai untuk alokasi segala arah.[1]
~ Gelombang mikro Terrestrial
 
Tipe antena gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’. Umumnya ukurannya berdiameter 3 cm. Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis pandang menuju antena penerima. Antena mikro biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diataspermukaan tanah untuk memperluas jarak antar antena dan agar mampu melakukan transmisi.[1]
Karakteristik Transmisi :
Transmisi gelombang mikro meliputi bagian yang mendasar dari spektrum elektromagnetik. Frekuensi yang umum digunakan untuk transmisi ini adalah rentang frekuensi sebesar 2 sampai 40 GHz. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan semakin tinggi potensial bandwidth dan juga berarti semakin tinggi rate-datanya. Sama halnya dengan beberapa transmisi yang lainnya, sumber utama kerugian pada transmisi ini adalah atenuasi.
~ Gelombang Mikro Satelit
Satelit Komunikasi adalah sebuah relay gelombang mikro. Dipergunakan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang dikenal sebagai station bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi diatas satu band frekuensi (uplink), amplifies dan mengulang sinyal-sinyal, lalu mentransmisikannya ke frekuensi yang lain(downlink). Sebuah satelit pengorbit tunggal akan beroperasi band frekuensi, yang disebut sebagai transponder channel, atau singkatnya transponder.
Gambar diatas menunjukan dua konfigurasi satelit yang populer, yang pertama, satelit digunakan untuk menyediakan jalur titik ke titik diantara station antena dari bumi. Dan yang kedua, satelit menyediakan komunikasi antara dua station bumi dan sejumlah receiver station bumi.
Agar satelit komunikasi bisa berfungsi efektif, biasanya diperlukan orbit stasioner dengan memperhatikan posisinya diatas bumi. Sebaliknya, stasion bumi tidak harus saling berada digaris pandang sepanjang waktu.[1]
Karakteristik Transmisi :
Jangkauan frekuensi optimum untuk transmisi satelit berkisar pada 1 sampai 10 GHz, terdapat derau yang berpengaruh dari alam, meliputi derau dari galaksi, matahari, dan atmosfer, serta interferensi buatan manusia, dan berbagai peralatan elekromagnetik. Diatas 10 Ghz, sinyal- sinyal akan mengalami atenuasi yang parah akibat penyerapan dan pengendapan di atmosfer.
Beberapa peralatan komunikasi satelit dapat diuraikan sebagai berikut :
1.       Akibat jarak yang panjang terdapat penundaan penyebaran(propogation delay) sebesar kira-kira seperempat detik dari transmisi dari suatu station bumi untuk ditangkap oleh statioin bumi lainnya.
2.       Mikro merupakan sebuah fasilitas penyiaran, dan ini sudah menjadi sifatnya.
~ Radio Broadcast
Penyiaran radio didefinisikan sebagai menggunakan gelombang radio untuk mengirim transmisi kepada audiens yang besar, yang akan mendengarkan transmisi melalui radio. Definisi penyiaran radio dapat diperluas dengan memeriksa gelombang radio, pemancar radio dan penerima. Industri penyiaran radio dan lisensi menciptakan konten untuk bermain di stasiun radio, yang diterima oleh penerima radio.
Lainnya seperti cahaya dari suara, gelombang radio relatif gelombang frekuensi rendah dalam spektrum elektromagnetik. Gelombang radio dapat digunakan untuk mengirimkan informasi tanpa kabel. Data dapat dikodekan ke dalam gelombang radio oleh modulasi gelombang. Selain radio, perangkat seperti televisi dan telepon seluler menggunakan gelombang radio untuk mengirim dan menerima informasi. Anda dapat menggunakan gelombang radio untuk menyiarkan ke beberapa perangkat atau untuk berkomunikasi antara dua perangkat.[2]
Perbedaan-perbedaan utama diantara radio dan gelombang mikro yaitu, dimana siaran radio bersifat segala arah sedangkan gelombang mikro searah. Karena itu, siaran radio tidak memerluikan antena parabola, dan antena tidak perlu mengarah ke arah persis sumber siaran.
Karakteristik Transmisi :
Rentang 30 mhz sampai 1 ghz merupakan rentang yang efektif untuk komunikasi broadcast. Tidak seperti gelombang untuk elektromagnetik berfrekuensi rendah, ionosfer cukup transparan untuk gelombang radio diatas 30 mhz.. Jadi transmisi terbatas pada garis pandang, dan jarak transmiter tidak akan mengganggu satu sama lain dalam arti tidak akan pemantulan dari atmosfer. Karena gelombangnya yang panjang maka gelombang radio lebih efektif, lebih sedikit mengalami atenuasi. Sumber gangguan utama pada radio adalah interface multi-jalur. Pantulan dari bumi, air, dan alam atau obyek-obyek buatan manusia dapat menyebabkan terjadinya multi-jalur antar antena. [1]
~ Infra Merah
Komunikasi Infra merah dicapai dengan menggunakan transmiter/receiver yang memodilasi cahaya infra merah yang koheren. Transceiver harus berada dalam didalam jalur yang pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit rumah.
Satu perbedaan penting antara Transmiter infra merah dengan gelombang mikro adalah infra merah infra merah tidak melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga problem-problem pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam mikro ridak terjadi.[1]
Kesimpulan
  • Jadi dalam penggunaan/pemilihan media untuk sistem transmisi data perhatian ditekankan pada rate data dan jarak. Semakin besar rate data dan jarak, maka akan semakin baik.
  • Dalam setiap media transmisi tidak akan lepas dari gangguan transmisi, misalnya atenuas